Pengertian dan Jenis-jenis Majas
Pengertian Majas, Jenis-jenis, beserta contohnya.
1. Antitesis
Mengungkapkan sesuatu dengan kata yang berlawanan.
Contoh: Orang miskin dan kaya punya kedudukan sama di mata Tuhan, pembedanya hanya amal.
2. Paradoks
Menjelaskan pertentangan mengenai pernyataan dan fakta.
Contoh: Jiwanya sepi di tengah ramainya festival.
3. Anakronisme
Menerangkan ketidaksesuaian peristiwa dengan waktu yang ada.
Contoh: Baru lahir, bayi itu langsung bicara.
4. Oksimoron
Menjabarkan pertentangan dengan kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh: Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
5. Kontradiksi Interminus
Menyatakan sangkalan kepada pernyataan sebelumnya.
Contoh: Mahasiswa yang tidak memiliki urusan dilarang datang, kecuali panitia.
Majas Perbandingan
1. Metafora
Mengungkapkan pembandingan dua benda dengan singkat.
Contoh: Rumahku surgaku.
2. Sinestesia
Menukar dua alat indera yang berbeda.
Contoh: Orang itu terkenal pahit pada temannya.
3. Simile
Pengibaratan yang ditandai dengan kata seperti, layaknya, ibarat, bagaikan, seperti, dan sebagainya.
Contoh: Kau ibarat bungai bangkai bagiku, besar indah, namun bau.
4. Alegori
Mengungkapkan sesuatu dengan peristiwa lain.
Contoh: kehidupan sama seperti roda, kadang di bawah, kadang di atas.
5. Metonimia
Penggunaan nama merek untuk menyebut benda.
Contoh: Hausnya hilang setelah minum Aqua.
6. Hiperbola
Memberikan kesan berlebihan terhadap kenyataan.
Contoh: Teriakannya terdengar seperti petir.
7. Personifikasi
Menggambarkan benda mati seolah hidup.
Contoh: Lampu menyeringai memperlihatkan sinarnya.
8. Eufemisme
Penggunaan kata yang halus untuk mengurangi tingkat kekasaran kata.
Contoh: Beberapa karyawan dirumahkan (beberapa karyawan dipecat).
9. Simbolik
Menggunakan simbol untuk maksud tertentu.
Contoh: Banyak kupu-kupu malam di tempat ini.
Majas Penegasan
1. Repetisi
Mengulang kata dalam maksud mengungkapkan pentingnya sesuatu.
Contoh: Bukan uang, bukan rumah, bukan tanah, yang terpenting anakku.
2. Pleonasme
Gagasan yang diungkap secara berlebihan dengan keterangan yang tidak dibutuhkan.
Contoh: Kami mendengar kabar itu dengan telinga kami sendiri (normal: kami mendengar kabar itu sendiri).
3. Tautologi
Mengulang kata dengan memanfaatkan sinonimnya.
Contoh: Apa maksud dan tujuanmu datang ke sekolah?
4. Retoris
Bertanya mengenai sesuatu yang sudah ada jawabannya dalam pertanyaan.
Contoh: Manusia seperti apa yang tidak butuh uang?
5. Interupsi
Menambahkan keterangan tambahan pada sebuah kalimat.
Contoh: Ani, siswa peringkat satu di kelas, bermain bola (tanpa keterangan peringkat tidak mengubah makna).
Majas Sindiran
1. Ironi
Meyatakan sesuatu dengan kata yang berlainan dan bertolak belakang.
Contoh: Rapormu bagus, ada warna merahnya.
2. Sarkasme
Mengungkapkan pernyataan sindiran kasar.
Contoh: Monyet! Jangan macam-macam kau.
3. Sinisme
Sindiran terhadap sesuatu yang baik.
Contoh: Kau memang wangi, hingga lalat mati di sampingmu.
4. Inuendo
Menurunkan kebenaran fakta yang ada.
Contoh: Doni cepat kaya, ternyata ia pakai pesugihan.
M.ALFATTAKHUR.ROSYID
BalasHapusKLS:7
Nama: Khoirulina Azka Fadhila
BalasHapusKelas: 7
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : SALSABILA MALIKA PUTRI
BalasHapusKelas : 7
Nama: M.Rehan Dwi Fadilah
BalasHapusKelas: 7J
Nama: Ahmad Farhan b.r
BalasHapusKelas:7
Nama:suryaneng tia
BalasHapusKelas:7
Nama:Arfian sandy nazoan saputra
BalasHapusKelas:7
Nama;nazilatul badi
BalasHapusKelas:7
Nama :AGUS susanto
BalasHapusKls:7
Nama : JAUHARUL MA'NUNA
BalasHapusKls : 7
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama:Ahmad Musyafa'
BalasHapusKelas:7